North Sulawesi Watersports Association
Terbentuk pada pertengahan 1998,
North Sulawesi Watersports Association (NSWA) telah mengangkat tujuan utamanya adalah promosi Sulawesi Utara sebagai daerah tujuan wisata bahari kelas dunia melalui pengembangan standar pelayanan da keselamatan yang tinggi dan secara khusus dengan mempromosikan aktivitas olahraga bahari yang lebih ramah-lingkungan di dalam wilayah Atman Nasional Laut Bunaken, Selat Lembeh dan seluruh wilayah laut provinsi Sulawesi Utara. NSWA berusaha keras untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan solusi bersama yang dapat diterima secara social yang bukan hanya mempengaruhi sector wisata bahari, tetapi juga mereka yang secara umum mempengaruhi kesehatan ekosistem laut Sulawesi Utara yang sangat berharga dan dengan demikian juga mempengaruhi komunitas setempat yang juga bergantung untuk makanan dan pekerjaan.
NSWA adalah suatu forum resmi bagi pengelola wisata bahari untuk menunjukkan perhatian bersama kepada instansi dan pejabat pemerintah dan untuk melaksanakan hubungan masyarakat skala besar dan kampanye pendidikan untuk menguntungkan baik wisata bahari maupun kekayaan dan keanekaragaman ekosistem laut Sulawesi Utara.
Berdasarkan Januari 2008, di dalam NSWA termasuk anggota-anggota bisnis berikut ini:
- Bastiano's Resort & Diving
- Bunaken Cha Cha Nature Resort
- Bunaken Divers Seabreeze Resort & Sea Dancer Live-aboard
- Celebes Divers
- Eco Divers
- Gangga Island Resort
- Kungkungan Bay Resort
- Lembeh Divers
- Living Colours Dive Resort
- LumbaLumba Divers
- Minahasa Lagoon Resort
- North Sulawesi Aggressor
- Siladen Resort & Spa
- Tasik Divers
- Dive Center Thalassa
- Two Fish Divers
Menghentikan Penangkapan Ikan yang Merusak
Keprihatinan awal NSWA adalah banyaknya penangkapan ikan menggunakan dinamit dan sianida yang mereka saksikan - nampaknya sedang bertambah dan jika tak ada yang dilakukan maka karang-karang di Sulawesi Utara berada dalam bahaya serius.
Dalam rangka memerangi penangkapan ikan yang merusak ini, para pengelola selam merelakan perahu dan bahan baker mereka digunakan para polisi air dan jagawana sehingga mereka dapat melakukan patroli di kawasan tersebut. Para pelanggan diminta menyumbangkan 5 dolar amerika untuk membantu penyediaan dana, dan ini sangat berhasil sehingga beberapa nelayan dimasukkan ke penjara - yang pertama kali di Indonesia! NSWA menyampaikan saran kepada badan pengelola taman laut dan sumbangan sukarela dari para pelanggan tadi sekarang telah digantikan dengan entrance fee/biaya masuk yang harus dibayar setiap orang untuk masuk ke taman laut.
Memastikan Masyarakat Setempat Mendapat Manfaat
NSWA mengakui bahwa tindakan langsung bukan hanya satu-satunya inisiatif yang dibutuhkan dalam rangka melindungi karang-karang di Bunaken. Jika masyarakat setempat dapat melihat manfaat langsung pariwisata maka mereka juga akan terlibat langsung dalam konservasi karang. NSWA karenanya terlibat dalam proyek-proyek untuk mendukung hal ini, termasuk:
- Mendorong para pelanggan membeli kerajinan tangan buatan masyarakat setempat
- Mempromosikan beasiswa untuk tingkat universitas
- Menyediakan uang untuk pembuatan buku mewarnai anak-anak
- Mempekerjakan tenaga kerja dari kawasan taman laut, di mana memungkinkan
- Membiayai 150 anak-anak sekolah dasar: mereka berasal dari 30 desa dalam Atman Nasional, dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar uang sekolah dan pakaian seragam
NSWA juga membuat operasional mereka lebih ramah-karang. Mereka telah melarang semua anggotanya dari penggunaan jangkar, membuat buklet ramah-karang untuk wisatawan, dan merancang dan membangun mooring buoys pada beberapa titik selam.
Mempengaruhi Pemerintah Setempat
Taman Laut Bunaken dikelola oleh suatu komite 19-anggota yang disebut DEWAN yang diketuai oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara. Ini adalah suatu dewan pengurus gabungan para pemangku kepentingan terdiri dari para pengelola selam, akademisi, pejabat pemerintah terkait dan perwakilan desa. NSWA mewakili para pengelola selam, dan karenanya dapat mempengaruhi secara langsung pengelolaan taman laut, dan mempromosikan upaya-upaya konservasi dan perhatian para penyelam.
Kegiatan dan Pencapaian
NSWA telah membuat langkah-langkah berarti dalam meningkatkan pengelolaan dan konservasi ekosistem Taman Nasional Bunaken dan sekitarnya dan dalam memberi manfaat nyata akan pariwisata bagi para penduduk desa yang tinggal di kawasan taman tersebut. Pencapaian tersebut antara lain:
- Menetapkan pelarangan sukarela tapi tegas pada pembuangan jangkar perahu para anggota dalam kawasan taman.
- Mensponsori kompetisi rancangan pelampung-tambatan (berhadiah tunai) untuk desa-desa dalam kawasan Taman Nasional Laut Bunaken. Rancangan-rancangan yang masuk kemudian digunakan untuk pemasangan suatu jajaran tambatan pada 3 pulau dan satu tanah daratan dalam kawasan taman.
- Mensponsori program kerajinan tangan di mana para penduduk desa telah didorong untuk membuat variasi dari kerajinan tangan ramah-koral untuk dijual kepada wisatawan penyelam, termasuk saputangan bersulaman kehidupan laut, pahatan satwa laut dari tempurung kelapa, dan tiruan kecil dari kano tradisional. Pendapatan penduduk desa dari program ini telah melebihi 25 juta rupiah.
- Memprakarsai suatu bantuan dana beasiswa yang telah menghasilkan dua beasiswa universitas 5-tahun dalam bidang ilmu kelautan dan satu beasiswa sekolah kejuruan pariwisata 3-tahun bagi para penduduk desa yang tinggal dalam kawasan Taman Nasional Laut Bunaken dan Selat Lembeh, dan sekarang mentargetkan 8 anak desa untuk beasiswa sekolah menengah pada 2002.
- Merancang brosur kebiasaan wisata bahari ramah-karang untuk dibagikan kepada semua tamu yang dating, dan mensponsori lokakarya PADI Project AWARE mengenai wisata selam bertanggung jawab bagi masyarakat Manado.
- Memberikan sumbangan untuk mendukung pencetakan 300 buku komik edukasi karang-koral untuk dibagikan kepada anak sekolah setempat "Torang Pe Nyare", dikembangkan oleh program NRM/EPIQ Sulawesi Utara).
- Menyumbangkan satu perpustakaan buku-buku tentang edukasi karang kepada pusat informasi konservasi desa Alung Banoa dan satu set kostum dan peralatan musik kepada masyarakat pelestari budaya di desa Bunaken.
- Menegakkan suatu system patroli malam di mana perahu, bahan baker dan anak buah kapal didermakan untuk digunakan pada hari-hari bergantian berpatroli di Taman Nasional Laut Bunaken bersama para jagawana.
- Memprakarsai "Dana Pelestarian Bunaken" sebesar $5/orang yang dikumpulkan dari semua tamu snorkelling maupun menyelam dari bisnis para anggota dan digunakan untuk mendukung kegiatan pengamanan aturan di seluruh taman. Sistem pembayaran ini dikembangkan sebagai tanggapan atas berkembangnya ancaman dari penangkapan ikan illegal dan merusak di dalam taman. Dana pengamanan ini dikelola melalui suatu nota kesepakatan antara Balai Taman Nasional Bunaken dan Satuan Polisi Air dan Udara (SATPOLAIRUD) dan terutama dimanfaatkan untuk mendukung pertambahan kegiatan patroli di seluruh kawasan. Sistem patroli ini sudah berhasil menangkap beberapa penangkapan ikan dengan pemboman dan sianida. Dana pelestarian ini telah digantikan dengan system biaya masuk resmi.
- Mensponsori tayangan televisi informatif berjudul "Mengotori Sulawesi" yang disiarkan secara lokal pada stasiun TVRI.
- Mensponsori "Dive Into Earth Day" tahun 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2005, dan 2006 berupa pembersihan pantai dan karang melibatkan ratusan masyarakat desa dan sekolah menengah pertama dari wilayah Manado.
- Mewakili kesatuan suara dari beberapa pengelola penyelaman di Sulawesi Utara dalam mencarikan perhatian para pejabat pemerintah local dan nasional akan ancaman utama sekarang ini terhadap kelestarian ekosistem Taman Nasional Laut Bunaken dan Selat Lembeh, termasuk pembuangan sampah ke laut, kegiatan penangkapan ikan yang merusak, peracunan merkuri dari penambangan liar, dan pengembangan pariwisata tak beraturan dalam kawasan ekologi yang sensitif.
- Bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Bunaken dalam proses revisi zonasi Taman Nasional Laut Bunaken secara partisipatif dan dalam menyarankan cara-cara inovatif untuk mengadakan suatu system pembayaran pengunjung taman laut. Juga bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Bunaken dalam melaporkan kegiatan illegal di dalam kawasan taman dan melaporkan jumlah pengunjung tiap bulan.
- Mempekerjakan lebih banyak tenaga kerja setempat di mana lokasi bisnisnya berada.
- Mengembangkan dan mensponsori press-release dan iklan Sulawesi Utara pada 6 majalah diving/pariwisata internasional.
Dukung dan menyelamlah bersama kami
Lain kali Anda membuat rencana menyelam di Sulawesi Utara, tolong tanyakan apakah pengelola penyelaman Anda adalah bagian dari NSWA. Para anggota akan mempamerkan logo NSWA - seekor tarsius menunggangi seekor kuda laut.
Setiap kali Anda menyelam bersama anggota, suatu bagian kecil dari biaya masuk Anda dikembalikan kepada NSWA. Lebih banyak dana berarti lebih banyak pelestarian dan lebih banyak manfaat bagi masyarakat setempat. Bantulah kami untuk membantu mereka.
Informasi Sumbangan
Orang-orang yang tertarik untuk memberikan sumbangan uang atau peralatan kepada dana beasiswa NSWA atau dana pelestarian Bunaken dapat menghubungi bendahara NSWA,
Mr. Roel Jong-Dikkers (Email:
info@lumbalumbadiving.com, phone: (62) 431-826151, hp: 081-24302974, atau melakukan transfer langsung ke rekening-rekening berikut:
Scholarship Fund
Bank Danamon, Manado Branch
Jl. Toar 17, Manado, Sulawesi
Account: Juud Dikkers (NSWA Scholarship)
Account #: 164 537 06
Bunaken Preservation Fund
Bank Danamon, Manado Branch
Jl. Toar 17, Manado, Sulawesi
Account: Juud Dikkers (NSWA entrance fee)
Account #: 164 537 14
© Dive North Sulawesi