Biaya Masuk Bunaken


Kenakan Tag Masuk Bunaken Anda dengan Bangga!

Bunaken Entrance Fee Tag 2006 Semua pengunjung Taman Nasional Bunaken (penyelam maupun bukan penyelam) diwajibkan membayar tarif masuk, sesuai Perda Pemda Sulawesi Utara No. 9/2002. Tarif masuk untuk orang asing adalah Rp 50.000 untuk tiket harian (sekitar US$ 6), atau Rp 150.000 (sekitar US$ 17) dengan mendapatkan tag (lencana) masuk terbuat dari plastik tahan air yang berlaku untuk satu tahun kalender.

Tag masuk dan tiket harian dapat diperoleh langsung dari semua anggota NSWA, atau dari loket tiket di Pulau Bunaken dan Pulau Siladen. Tanda masuk tersebut harus dibawa setiap saat para pengunjung berada di dalam kawasan TNB, dan tag masuk dapat dengan mudah dikaitkan pada peralatan selam atau snorkeling ataupun pada tas ransel. Penerapan sistem tarif masuk ini dilaksanakan melalui pemeriksaan langsung oleh para ranger (polisi kehutanan/jagawana) di darat maupun di laut.

Sistem tarif masuk ini diadaptasi dari sistem Taman Laut Bonaire yang terkenal, dan hasil dari penjualan tarif masuk tersebut dikelola oleh Dewan Pengelolaan Taman Nasional Bunaken (DPTNB), suatu badan gabungan para pemangku kepentingan di mana NSWA juga duduk di dalamnya. Sistem ini telah sangat berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 250.000 untuk program-program konservasi di Taman Nasional Bunaken sejak mulai diterapkannya pada tahun 2001.

Kami sangat menghargai dukungan dan kerja sama Anda dalam system pembayaran masuk ini. Konservasi habitat Bunaken yang luar biasa memerlukan pendanaan, dan biaya masuk Anda adalah suatu kontribusi berharga dalam penyelamatan karang-karang Bunaken. Untuk informasi lebih lanjut tentang Bunaken dan Sulawesi Utara secara umum (pariwisata lingkungan darat dan lautan), silakan mengunjungi website-website berikut ini: www.north-sulawesi.com dan www.north-sulawesi.org.



Tanya-Jawab Biaya Masuk Bunaken


Mengapa saya harus membayar untuk masuk ke Bunaken?
Bunaken adalah suatu taman nasional laut, dilindungi sejak 1991 karena karang-karangnya yang fantastis dan bakau-bakaunya dan keanekaragaman hayatinya. Seperti taman laut lainnya, konservasi membutuhkan uang. Dalam upaya mendapatkan pembiayaan konservasi taman ini, Badan Penasehat Manajemen Bunaken telah mengadopsi suatu perangkat yang dipergunakan di seluruh dunia untuk banyak pembayaran masuk taman laut. Perlu diperhatikan bahwa system pembayaran masuk ini telah disahkan dalam Perda Provinsi Sulawesi Utara No. 14/2000 dan No. 7/2002; pelanggaran atas hukum ini diartikan sebagai tindak kriminal.

Ke mana perginya uang saya?
Delapan puluh persen dari biaya yang terkumpul dari system pembayaran masuk digunakan secara spesifik untuk program konservasi di taman laut, termasuk penegakan hokum, pendidikan konservasi, pengelolaan sampah, dan pembangunan desa secara ramah lingkungan. Sisa 20% dibagi antara pemerintah setempat, provinsi dan pusat.

Mengapa saya masih melihat masalah pengelolaan di taman laut?
Sistem pembayaran masuk baru dimulai 15 Maret 2001. Diperlukan cukup waktu untuk mengumpulkan dana yang diperlukan untuk mengelola taman laut sebagaimana mestinya. Harap bersabar- kami 100% bekerja menyelamatkan Taman Nasional Laut Bunaken dan membuatnya bahkan lebih baik ketika Anda mengunjunginya kembali.

Program-program apa saja yang diprioritaskan untuk didanai melalui system pembayaran masuk?
Prioritas tertinggi termasuk memperkuat dan memperluas suatu system patroli bersama jagawana/penduduk desa untuk mengurangi praktek-praktek penangkapan ikan merusak seperti pemboman dan penggunaan sianida serta memperkuat aturan zonasi (contohnya, tidak menangkap ikan di zona wisata yang ditentukan), termasuk juga membiayai program pembangunan desa ramah karang yang dirancang untuk meningkatkan dukungan penduduk desa terhadap taman laut. Prioritas lain termasuk pengelolaan masalah sampah plastic, edukasi kelestarian di desa-desa, dan rehabilitasi karang dan bakau.

Mengapa pengelolaan sampah tidak menjadi prioritas utama?
Sementara plastic di atas dan di bawah laut tak sedap dipandang dan menjadi keluhan utama para pengunjung taman laut, menghentikan praktek penangkapan ikan yang merusak karang adalah masalah lebih mendesak. Masalah sampah sangat rumit dan berasal dari banyak sumber, namun untuk sementara waktu, focus akan lebih diarahkan pada pembersihan pantai dan pengelolaan pembuangan pulau sementara masalah sampah kota Manado yang lebih besar sedang dirundingkan dengan pemerintah dan badan pembangunan internasional. Menghentikan arus sampah Manado ke taman laut dianggap sebagai suatu prioritas jangka panjang.

Mengapa saya masih melihat orang memancing bila taman laut ini dilindungi?
Lebih dari 30.000 orang di 22 desa tinggal dalam kawasan taman laut dan telah berada di sana sejak sekurangnya satu abad sebelum taman laut terbentuk. Sementara banyak dari mereka adalah petani dan nelayan laut dalam, beberapa di antaranya sangat tergantung pada karang-karang untuk bertahan hidup. Zonasi Taman Nasional Laut Bunaken termasuk kawasan yang ditentukan khusus untuk konservasi, untuk wisata, dan untuk keperluan desa. Pembagian ini membolehkan ketiga pihak tersebut hidup berdampingan dengan damai.

Bagaimana saya dapat membantu Bunaken lebih lanjut?
Sebagai tamu kehormatan di Bunaken, silakan menghargai peraturan-peraturan dan khususnya karang-karanga di taman laut. Hindari perusakan koral dan kehidupan laut lainnya dengan mengendalikan buoyancy Anda dan tidak berdiri di atas karang. Laporkan setiap pelanggaran yang Anda lihat secepatnya kepada tuan rumah operator Anda atau kepada patroli taman laut - membuang jangkar pada karang adalah pelanggaran besar! Sementara di pulau-pulau, pertimbangkan untuk mengkonsumsi makanan, minuman, kerajinan tangan setempat - satu orang lagi mendapatkan manfaat dari pariwisata berarti berkurang satu orang lagi yang menekan karang-karang.
Kedua, pertimbangkan untuk menyumbang kepada taman laut melalui operator selam dari North Sulawesi Watersports Association (NSWA) atau melalui Dewan Pengelolaan Taman Nasional Laut Bunaken (DPTNB).

Bunaken National Park Management Advisory Board NSWA memiliki beberapa program bantuan, termasuk program beasiswa untuk para pemuda di taman laut. DPTNB memiliki tanggung jawab menyeluruh atas program konservasi di taman laut dan dapat menempatkan setiap sumbangan dipergunakan dengan baik.

Terima kasih telah mengunjungi Taman Nasional Laut Bunaken. Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda, dan sungguh memastikan bahwa kunjungan Anda berikutnya akan lebih baik.

Dewan Pengelolaan Taman Nasional Laut Bunaken


© Dive North Sulawesi